Assalamualaikum
Ustadz.., berkaitan dgn hijrah dan istiqomah.. kalau misalnya kesanggupan kita itu hijrahnya di”cicil” , dalam artian.. tabungan masih di bank umum, kartu kredit masih pakai, masih dgr musik2 duniawi, hijab dicicil ngga bisa lgsg syari, masih ikut arisan yg didalamnya afwan kdg terselip ghibah diantara pesertanya,dsb.. kadang di hati suka malu sama Allah.. dan lagi ada perasaan “kalau drastis lgsg berubah, atau meninggalkan (hijrah yg sesungguhnya) nanti malah dicurigain”.. ibadah kita gmn ya ustadz 😣.. afwan.. terimaksh ustadz.. asslamualaikum…

 

Jawaban : 
Wa’alaikumussalam wr wb…
Sy tidak dalam kapasitas menilai ibadah seseorang, krn urusan diterimanya atau tidak ibadah seseorang adlh hak prerogatif Alloh semata..kesungguhan dalam hatinya yg Alloh nilai, hal itulah yg org lain tidak akan pernah bisa melihat..oleh krn itu, tidak ada seorangpun yg mempunyai hak utk menghakimi saudaranya yg sedang mengalami proses hijrahnya..

Tapi yg bisa sy pastikan adlh seperti ini…sy pribadi saja sangat bahagia, terharu dan bangga sekali dgn perubahan ukhti…dgn perjuangan ukhti dlm menempuh jalan hijrahnya…Apalagi Alloh!

Krn dlm hadist qudsi-Nya Alloh berfirman (Au kama qol) ,

“Barangsiapa yg mendekat kpd Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa…

Barangsiapa yg mendekat kpd Ku satu depa, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta…

Barangsiapa berjalan menuju Ku…maka Aku akan berlari menyambutnya..”

Allohu Akbar!

Dgn hadist qudsi ini sangat jelas sekali betapa gembiranya Alloh menyambut hamba-Nya yg berjalan menuju ridho-Nya…

Semoga Alloh memberikan kekuatan di dlm hati ukhti dan dlm hati kita semua, agar bersegera mungkin jatuh kedalam dekapan Alloh…bayangkan betapa tenang dan nyamannya kita pada saat kita berada dlm dekapan penuh cinta Sang Ilahi..Alloh Azza wa Jalla….Masya Alloh…