Assalamualaikum maaf ustad  saya mau bertanya:
Apakah benar ada pernyataan yg pernah saya dengar dari salah satu penceramah bahwa: Jika wanita muslim tidak menutup auratnya maka ibadah yang dilakukan selama itu tidak terhitung pahalanya? Apakah ada dasar hadist atau Al Quran  mengenai hal ini?
Maaf saya fakir ilmu agama ustad mohon pencerahannya dan maaf bertanya dimalam hari🙏😇

 

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh.

Tidak menutup aurat termasuk dosa besar, karena Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam mengancam wanita yang berpakaian tetapi telanjang dengan ancaman “tidak bisa mencium bau surga“, sebagaimana disebutkan dalam hadist sahih riwayat Muslim dan yang lainnya.

Apakah shalat/ibadah wanita yang tidak menutup aurat dihukumi sah dan diterima?

Hukumnya dirinci:

1. Jika wanita ini tidak menutup aurat dilakukan ketika sholat maka sholatnya batal.

2. Jika dia tidak menutup aurat di luar sholat, namun saat sholat dia menutup aurat, maka sholatnya sah dan dia berdosa karena dia tidak menutup auratnya.

Sebagaimana orang yang sholat kemudian berbohong, sholatnya sah namun dia berdosa karena telah berbohong.

Kemudian, terdapat sebuah hadist yang menyatakan:

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ امْرَأَةٍ قَدْ حَاضَتْ إِلَّا بِخِمَارٍ

“Alloh tidak menerima sholat wanita yang telah baligh, kecuali dengan memakai jilbab.”

(HR. Ibnu Khuzaimah, 775 dan Al-A’dzami mengatakan sanadnya shahih).

Makna hadist bukanlah ancaman bahwa wanita yang tidak berjilbab, sholatnya atau ibadah lainnya tidak diterima. Namun maksud hadist, bahwa wanita yang sudah baligh, wajib menutup aurat, dengan memakai jilbab, dan semua pakaian yang bisa menutup aurat ketika sholat. Karena menutup aurat termasuk syarat sah sholat, sehingga jika dia sholat tapi kepalanya terbuka (tidak berjilbab) maka sholatnya tidak sah.

Wallohu a’lam bishshowab..