Assalamualaikum ustad,

Mau tanya bagaimana hukumnya apabila seorang wanita menjadi model untuk kosmetik/pakaian muslimah ya? Dengan dandanan yang lengkap dgn tujuan kecantikannya dilihat orang dan menarik byk orang untuk membeli. Apakah haram? Terimakasih ustad

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokaatuh…

Pengertian tabarruj sendiri adalah berhias dengan memperlihatkan kecantikan dan keindahan tubuh, termasuk wajah. Ibnu Qatadah memperjelas wanita yang jalannya dibuat-buat dan genit. Ibnu Katsir mendefinisikan sebagai wanita yang keluar rumah dengan berjalan di hadapan laki-laki. Yang demikian, ulama tafsir terkemuka ini memaparkan, dekat dengan perbuatan jahiliyah.

Imam Bukhari menambahkan bahwa tabarrujadalah tindakan seorang wanita yang menampakkan kecantikannya kepada orang lain yang bukan mahramnya. Larangan berbuattabarruj sendiri termaktub jelas dalam Alquran surah al-Ahzab ayat 33. “Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku (tabarruj) seperti orang-orang jahiliyah terdahulu.”

Dalam surah an-Nuur ayat 60, salah satu perbuatan tabarruj , yakni menanggalkan pakaian yang bisa menyingkap aurat. Pakaian yang tipis sehingga terlihat aurat seorang wanita masuk kategori ini. Kemudian, Allah menutup ayat tersebut dengan imbauan, “Berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka…”

Ketua Ikadi Prof Ahmad Satori Ismail mengatakan, jika model diniatkan untuk menampilkan kemolekan tubuh maka masuk di kategori tabarruj. Terlebih jika ditampilkan di depan orang banyak, termasuk laki-laki di dalamnya.

Jika koleksi baju yang ditampilkan secara jelas memperlihatkan aurat maka tidak boleh. Begitupun juga dengan penampilan busana Muslimah dengan niat memperlihatkan kecantikan dan disaksikan laki-laki maka dilarang.

Untuk kehati-hatian, kata guru besar UIN Syarif Hidayatullah ini, jika mengharuskan ada pengenalan bentuk pakaian Muslimah, hendaknya yang menyaksikan juga hanya wanita. Karena, yang berkepentingan dengan bentuk dan model busana Muslimah yang sesuai syariat hanya wanita. Niatnya pun bukan untuk menampilkan kecantikan tubuh, namun untuk mengenalkan jenis pakaian Muslimah yang sesuai dengan syariat. “Mengenalkan bagaimana model yang syar’i, aman, dan pantas untuk Muslimah. Niatnya mengenalkan saja,” katanya memaparkan.

Terkait profesi model untuk produk-produk, Ustadz Satori menyarankan jikapun membintangi, model tidak boleh menampakkan aurat. “Seperti iklan sampo, usahakan tidak,” ujarnya. Iklan-iklan tersebut bisa diakali dengan mengganti model dengan laki-laki. Namun, saat ini didapati banyak model iklan yang justru cenderung membawa orang pada tabarruj.

Kitab an-Nidzom al-Ijtima’iy menyebutkan tidak mengapa seorang wanita bekerja sebagai model sebuah produk. Dengan catatan gambar dalam model tersebut tidak mengeksploitasi kemolekan dan  kecantikan seorang wanita. Misalnya, wanita menjadi model dengan berperan sebagai ibu yang sedang memasak untuk iklan alat masak atau sedang menjahit untuk iklan peralatan busana. Dengan catatan, tetap harus menutup aurat.

Wallohu a’lam bishshowab…