بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Ini kisah #HIJRAHKU yang membuat hidup ku kini menjadi lebih seimbang, menjadi lebih memahami apa yang harus aku pilih untuk hidup lebih berkualitas di masalalu ku yang kurang baik.

Dalam program #HIJRAHKU ini aku tulus membagi kisah ku sebagai semangat untuk sahabat *Terang Jakarta dengan memilih kembali ke jalan Allah adalah pilihan yang tepat.

Saya terlahir dari keluarga yang sederhana, dimana kami sekeluarga butuh extra lebih bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Singkat cerita, pernikahan pertama, aku mengalami kegagalan dengan 2 orang putra yang aku harus nafkahi. Aku merasa dimulai lah ujian terberat hidup ku, aku membuat pilihan kembali untuk menikah yang aku pikir ini bisa menjadi sebuah cahaya kebahagiaan untuk aku. Ternyata aku salah, pernikahan kedua ku mengalami kegagalan kembali.

Ini Ujian berat, menafkahi 2 orang anak yang terus tumbuh, dengan hati ku yang mengalami kehancuran dari sebuah kegagalan 2x berkeluarga.

Godaan pun datang setelah aku memasuki dunia Hedonisme memakai narkoba*adalah hal yg sering aku lakukan ketika berada dlm dunia tersebut dikarenakan lingkungan nya memang dikelilingi oleh pemakai barang haram tersebut, setelah lama berada dlm dunia tersebut aku mulai tergoda sekaligus menjadi *Pengedar Narkoba membuat aku bisa terus intens di dunia tsb tanpa mengurangi penhasilanku dari pekerjaan halalku sebagai karyawan swasta dan dapat merasa tenang dengan tekanan hidup yang menimpa, saat itu.

HEDONISME membawa aku ke dunia kelam, satu ujian lagi yang akan datang dihidupku, tertangkap polisi dikenakan hukuman 7 tahun penjara. 2 tahun di Jakarta, 3 tahun aku merasa kan kejam nya di Nusakambangan. Aku bebas bersyarat setelah menjalani total 5thn hukuman penjara.

Aku jalani saat itu, hukuman penjara dengan diri tanpa arah, kosong, penyesalan meninggalkan 2 orang anak di orang tua ku. Ditengah waktu di penjara, ibu ku meninggal tanpa aku bisa untuk melihat terakhir kali, karena aku terikat dengan aturan penjara Nusa Kambangan.

Saat itu kehancuran jiwa, pikiran selama hidupku, titik balik dalam diri untuk kembali ke Allah, ternyata untuk hijrah memang tidak bisa untuk sendiri karena jika kembali ke lingkungan yg lama maka akan terpengaruh lagi, Alhamdulillah aku dipertemukan dengan sahabat2ku dari Terang Jakarta yg Insyaa Allah bisa membuatku Istiqomah di jalan Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang, Allah memberikan aku kekuatan untuk hidup kembali, menata diri, membangun kembali kebahagiaan jiwa ku dan anak-anak ku.