بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Ketika aku meninggalkan Allah, Ternyata Allah terus bersamaku!

#HIJRAHKU,  kisah ini dimulai masa SMP, riwayat masalalu yang kurang baik dengan mulai mengenal dan menggunakan narkoba jenis sabu, ganja dan narkotika lainnya, aku semakin tumbuh menjadi anak yang pembangkang dan sombong.

Demikian berlanjut kisah kelamku menjadi remaja yang terpuruk. Mengenal  komunitas “music” underground, menjadi  Alkoholic aktif, sampai bermain music cadas (Grindcore Punk), bukan menurutku “music” underground itu buruk, tetapi membuat aku bergaya tidak semestinya seorang muslimah dalam Islam.

Saat itu aku merasakan sangat bahagia dengan dunia itu dan gaya tidak sepantasnya seorang wanita. Berlanjut dijenjang SMA karena pilihan gaya hidup yang salah, narkoba membawa aku berurusan dengan polisi menjadi tahanan walau tidak lama, perbuatan ini sangat tidak wajar dilakukan seorang muslimah. Hanya Ibu  yang tau akan hal hal ini, karena semenjak orang tuaku  bercerai  sejak  kelas 2 SD, Aku dan adik adik ikut tinggal bersama ibu.

Tahun 2007, rasa kehilangan cukup mendalam ketika nenek ku meninggal dunia. Bagaimana tidak, nenek sudah merawatku sejak bayi sampai aku beranjak dewasa. Saat itu aku marah dan berburuk sangka terhadap Allah, Kenapa keadaan buruk terus hadir dihidupku, sampai merasa keluargaku pun terus berkurang. Jahatnya Manusia terhadap Allah, sejak itu aku mulai tidak percaya  adanya Allah dan menjauh dari Islam. Aku pergi ke gereja, tidak sholat, tidak pernah puasa, memakan makanan haram dan selalu membuat masalah untuk keluarga.

Alhamdulilah Hidayah pun menyapaku, suatu ketika aku naik kereta api dan ketika aku naik, aku melihat seluruh  gerbong dipenuhi  wanita wanita berhijab berbalut busana putih-putih. Disitu merasa aneh, asing dan malu karena hanya aku yang tidak berhijab dengan penampilan perempuan METAL yang pake celana sobek sobek, berantakkan.
Disisi lain, aku senang dan nyaman melihat mereka, wajah mereka meneduhkan pikiranku. Satu wanita berhijab putih di depanku persis membaca Al Qur’an, disisi kanan juga ada yang sedang berdiri membaca  Al Qur’an, dan disisi kiri berdzikir dengan tasbih.

Aku berfikir “ Ini orang orang rombongan pengajian apa gimana ya, kok pada kompakkan semua pada baju nya putih putih? Apa jangan jangan ini tanda tanda  40 hari sebelum aku meninggal? Aku lihat mereka tidak saling mengenal, mereka sibuk masing masing, kalau memang mereka rombongan pengajian, kok tidak saling ngobrol ya? Setelah itu aku sadar, bagaimana cara Allah memberikan hidayah kepadaku.

Keinginan untuk berhijab pun hadir, akhirnya aku sangat senang melihat wanita wanita berhijab dengan gamis serba tertutup . Lambat laun, aku tertarik  dengan penampilan yang seperti  seorang muslimah seharusnya. Aku sudah merasa tidak nyaman dengan penampilan sebagai “wanita berantakan”  ditambah aku sempat berpacaran dengan lelaki yang memberi pengaruh buruk untuk hidupku.

Dan aku pun  bertekad, aku harus HIJRAH Kembali ke jalan Allah untuk memperbaiki semua kehidupanku  dan aku memustuskan “OKAY fix aku harus berhijab!” sebagai langkah awalku menyentuh kasih sayang Allah, September 2016 aku memutuskan untuk berhijab. Dihari pertama mengenakan hijab saya berdoa “ Ya Allah, aku minta padaMu ridhoi jalan yang aku pilih ini untuk berhijab semata mata untukMu Ya Allah dan Kewajibanku sebagai Muslimah untuk menutup aurat ku bukan untuk terlihat cantik atau mempercantik diri, Beri aku kekuatan untuk Istiqomah” dan Bismillahirrohamnirrohim Aku pakai Hijab ini.

Pesan Sahabat: “Siapapun kamu, apapun kamu, bagaimanapun kamu, dipake  aja dulu jilbab nya, semua akan mengikut, menutup aurat itu WAJIB. Siap gak siap harus pakai, yang harus memaksa itu diri sendiri. Berawal dari “Paksaan”. Kalau mau menunggu semua sempurna, mau sampai kapan? Sedangkan kita gak tau umur kita sampai kapan?”.

Wanita yang rajin ibadah, beramal, sedekah dan berbuat hal baik lainnya tetapi dia belum menutup aurat, itu semua bisa menutup jalanmu ke Syurga, Dan di akhirat akan diberi hukuman sesuai dengan seberapa lama  kamu belum menutup aurat, Kalau kamu belum menutup aurat selama 60 tahun kamu hidup, dan meninggal di usia 60 tahun tersebut, maka kamu akan dihukum selama 60 tahun lamanya. Wallahualam Bishowab..

Aku berharap semoga kisah #HIJRAHKU ini dapat memberi inspirasi motivasi Sahabat Terang Jakarta untuk HIJRAH kembali ke jalan Allah, menjauhi larangannya dan mematuhi apa yang Allah perintahkan, terus selalu istiqomah karena Allah,  dan segera menghijabkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum maut menjemput bahwa tidak ada hal utama yang namanya “JILBAB HATI”, Yang wajib pertama itu adalah “JILBAB AURAT”.