#HIJRAHKU, kisah ini tidak banyak mengungkap lika-liku pengalaman ujian dihidupku. Satu hal yang aku sadar sekarang dan yang ingin aku bagi bahwa kebanyakan manusia sejak lahir semua sudah memiliki agama, tapi banyak manusia memiliki agama dan tidak yakin akan TUHANnya, termasuk ketentuannya. Dengan rendah hati, akupun yang masih terus belajar.

Aku akan menceritakan kisah hidup menuju hijrah, mungkin terdengar berat untuk kata HIJRAH, tapi satu yang pasti aku memperbaiki diri menuju pribadi lebih baik dari aku yang dulu.

Aku terlahir menjadi seorang anak tunggal, berada diantara sepasang orang tua yang pekerja keras, mungkin waktuku tidak banyak bersama mereka dan lebih sering berkehidupan dengan seorang pengasuh. Berlanjut kehidupanku, singkat cerita orang tuaku bercerai saat aku lulus SMA

Saat-saat remaja baru lulus SMA yang sedang menghadapi situasi perceraian orang tua, KEBAYANGKAN?

Terlahir menjadi anak tunggal sebagai korban perceraian, akupun memilih hidup sendiri semasa duduk dibangku kuliah. Menjadi sosok yang memiliki kesedihan karena perceraian keluarga, tapi aku harus terus melanjutkan pendidikan.

Titik Krisisnya…

Seorang perempuan bebas tanpa arah tujuan hidup, tidak narkoba ataupun kriminal, tidak sholat 5 waktu, tidak berhijab karena tidak yakin atas perintah Allah.

Alkoholpun Merayu…

Menjadi penikmat alkohol, luar biasa syetan membelai manusia dengan alkohol sampai titik menjadi satu kebiasaan gaya hidup buruk. Di satu waktu selesai ber-alkohol ria, badan sampai perut terasa sangat panas seperti terbakar.

Melawati hari meringis menangis sendiri, tidak mau merepotkan orang tuaku mendengar kabar anaknya sakit karena alkohol, aku terbayang wajah kecewa mereka.

Teman-teman saat ber-alkohol ria yaaaa mereka tidak ada, sesungguhnya yang bisa menolong hanya Allah dengan perantara diri kita sendiri.

Rasa sakit terus hadir, dengan rasa takut untuk ke dokter. Saat itu aku pasrah, “kayaknya aku bakal meninggal sekarang”, proses sakit berlangsung yang bisa aku lakukan cuma berdoa!

“ya Allah jika ENGKAU benar-benar ada, ENGKAU pemilik tubuh ini, SEMBUH KAN AKU! Aku gak akan lagi minum alkohol.

Esok hari aku merasa lebih baik, tanpa aku harus ke dokter! Allah mengabulkan doaku!

Aku harus tau diri terhadap Tuhanku, Allah sudah menyembuhkan aku, lalu apa balasan yang baik untuk Allah??

Sempat bingung harus mulai darimana, sholatku terus diperbaiki 5 waktu, dan belajar sholat sunnah lainnya.

Tapi aku tetap merasa seperti ada yang mengganjal dalam diri, aku belum jadi muslimah yang Allah inginkan!

MasyaAllah…hari-hari berlalu, muncul perasaan resah untuk menggunakan hijab dan meninggalkan kesenangan dunia, karena kedua hal tersebut otomatis harus mulai ditinggalkan secara ber-iringan.

Iman yang tipis ini selalu merasa kurang akan perjuanganku untuk Allah, memulai aku mendengarkan tausiah-tausiah islam untuk lebih paham bagaimana proses yang baik untuk berada dijalan Allah.

Rasa gelisah terus hadir untuk berhijab, akhirnya diri ini berjanji akan menggunakan hijab bulan depan.

Rencana nya….

Tapi gelisah makin bertambah dan membuat tidak bisa tidur, begadang hanya karena memikirkan rasa ingin memakai hijab.

Dengan rasa penasaran, mulai mencari tausiah-tausiah di youtube maupun ayat-ayat alquran & hadist yang menyatakan bahwa hijab hukumnya WAJIB, ini ketentuan Allah yang tidak bisa ada tawar-menawar.

Ayat alquran yang paling menyentuh, ketika Allah  mengatakan dalam alquran barangsiapa yang bertaubat dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Maaidah: 39)

Selalu gelisah, merasa merindiiingg ingin berhijab seperti orang jatuh cinta…

Hari dimana aku memutuskan menjadi seorang muslimah, ketika tidak bisa tidur terus menerus karena keraguan untuk berhijab, Di 1/3 malam sampai subuh aku terus menangis dan minta keyakinan atas keputusanku,

Doaku,

“Yaa Allah, jika benar ini disebut HIDAYAH atas kehendakMU, yakinkan aku…jangan buat diri ini selalu dalam kecemasan, tunjukan keberadaanMU Yaa Allah”

Seketika di 1/3 malam itu,

Tubuhku merinding, angin diluar seperti menderu kencang, aku merasa seperti ada yang hadir didalam kamarku, suasana ini benar-benar terjadi di selah-selah aku berdoa.

Sempat berfikir, “Apa aku salah berdoa yaaa”.. Entahlah.

AllahuAlam Bishowab.

Kejadian malam itu tidak akan terlupakan, di hari itu juga aku langsung berhijab. Memantapkan hati ini setelah berkali-kali aku mengulang-ngulang doa, Allah memantapkan hati ini, aku harus hijrah!

Doaku memulai berhijab,

“Perbaiki aku Yaa Allah, sirami aku dengan hidayahMU, cabut nyawaku dalam keadaan husnul khotimah”

Hijrah ini bukan masalah menggunakan hijab atau tidak, tetapi ketika manusia meninggalkan hal yang Allah tidak suka dan mematuhi segala perintahNYA.

Allah menghidupkanku kembali, Allah mencintai aku…

Tidak ada diskriminasi kasih sayang Allah bagi anak korban perceraian orang tua, jangan putus asa, Allah benar-benar tidak pernah meninggalnya umatNYA.

Hidup sendiri, mengajarkanku banyak hal dalam menyapa hidayah Allah.

Aku mulai berhijab rasanya seperti mualaf, ketika aku harus memulai belajar ilmu agama, karena beragama saja tidak cukup jika tidak berilmu.

Dimulailah aku mengenal sebuah kajian islam di Al-azhar bernama rabbanianns, berkumpul bersama-sama muslimah sholihah, memupuk iman akan keyakinan adanya Allah dengan segala ketentuannya… disana lah aku berkenalan dengan sahabat TERANG JAKARTA sebagai tempat generasi muda yang berHIJRAH karena Allah, sampai saat ini aku yang masih terus belajar menuju istiqomah berharap ridho Allah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa ku dan menerima ibadahku.

Aamiin Allahuma Aamin…